Detail Berita

  • Home
  • Ombilin: Potensi Warisan Dunia di Tambang Batu Bara Kota Sawahlunto

Jakarta, BPKLN — Sumatera Barat, salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi bentang alam dan budaya yang memancarkan pesona menakjubkan. Menganut filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ajaran Islam sebagai sebagai landasan dalam tata dan pola perilaku serta melembaga dalam masyarakat), Provinsi Sumatera Barat terdiri dari 19 kabupaten/kota, salah satunya Kota Sawahlunto.

Berada di antara deretan lanskap Bukit Barisan, Kota Sawahlunto seakan lekang oleh waktu dengan bangunan dan tata letak kota yang masih kental akan nuansa zaman kolonial. Di kota yang berjarak 95 kilometer dari Kota Padang ini masih berdiri kokoh sebuah tambang yang sempat menjadi pusat pertambangan batu bara di era penjajahan kolonialisme. Tambang batu bara ini menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan kebudayaan Kota Sawahlunto. Dengan berbagai latar belakang dan potensi yang dimilikinya, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto telah diajukan Pemerintah Indonesia ke UNESCO sebagai nominasi Warisan Dunia pada Februari 2019 lalu.

Sebagai nominasi Warisan Dunia UNESCO, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto memiliki setidaknya tiga nilai universal luar biasa (outstanding universal value/OUV). Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian Ruddyard, di acara Updates from the Region (UFTR) dengan tema “One Day in Ombilin-Sawahlunto” yang terlaksana pada Kamis, 2 Mei 2019. “Tambang Batu Bara Ombilin di Sawahlunto merupakan warisan alam dan budaya Indonesia yang patut dipertimbangkan untuk mendapatkan pengakuan internasional melalui World Heritage (Warisan Dunia) UNESCO”, ujar Dirjen Febrian.

Ketiga nilai universal luar biasa yang disampaikan oleh Dirjen Febrian yaitu satu, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto menunjukkan perkembangan teknologi perintis abad ke-19 yang menggabungkan antara ilmu teknik pertambangan bangsa Eropa dengan kearifan lingkungan lokal, praktik tradisional, dan nilai-nilai budaya dalam kegiatan penambangan batubara yang dimiliki oleh masyarakat Sumatera Barat.

Dua, hubungan sistemik industri tambang batubara, sistem perkeretaapian, dan pelabuhan  yang berperan penting bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Sumatera dan di dunia. Perpaduan antara pendekatan unik metode fusion dan hubungan sistemik ini bahkan diadopsi oleh tambang batu bara di Afrika Selatan pada masa kependudukan bangsa Belanda di sana.

Tiga, nominasi Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto menggambarkan dinamisnya interaksi sosial dan budaya antara dunia timur dan barat, yang berhasil mengubah daerah tambang terpencil menjadi perkotaan dinamis dan terintegrasi, yang terdiri dari masyarakat multi-etnis dan multi-agama.

Dengan nilai universal luar biasa yang dimiliki, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto menjadi nominasi terbaik yang dimiliki Indonesia untuk diajukan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada periode pengajuan ini. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat dan Daerah menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan inskripsi Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto dengan melakukan persiapan sebaik-baiknya, serta menggalang dukungan dari negara-negara anggota Komite Warisan Dunia (World Heritage Committee/WHC) UNESCO dan sejumlah negara sahabat.

Penominasian Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia dibahas pada Pertemuan World Heritage Commitee (WHC) UNESCO ke-43 di Baku, Azerbaijan, pada tanggal 30 Juni hingga 10 Juli 2019. Pertemuan inilah yang kemudian menghasilkan keputusan dari penominasian suatu situs sebagai Warisan Dunia. Maka dari itu, dukungan dari berbagai pihak sangatlah dibutuhkan oleh Indonesia demi berhasilnya penetapan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto menjadi Warisan Dunia. (Donna Ayu Savanti)